Waspada Campak Pemkot Cimahi Perintahkan Dinkes Lakukan Deteksi Dini
Ilustrasi - Campak (Foto: Shutterstock)

Waspada Campak Pemkot Cimahi Perintahkan Dinkes Lakukan Deteksi Dini

Dinkes Kota Cimahi waspadai campak: 155 kasus suspek, 16 positif. Mayoritas belum imunisasi. Warga diimbau vaksin MR dan terapkan pola hidup bersih untuk cegah penularan.

TIMES Bandung,Jumat 10 April 2026, 11:16 WIB
334
A
Arief Pratama

CIMAHIDinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi meningkatkan kewaspadaan di tengah kemunculan kasus campak. Sebanyak 155 kasus suspek penyakit menular itu terdeteksi namun hanya 16 orang yang dinyatakan positif berdasarkan hasil pengujian di laboratorium.

Kepala Dinkes Kota Cimahi Mulyati mengatakan kasus temuan penyakit campak itu didapat dari laporan rumah sakit di Kota Cimahi. Sehingga jumlah yang terdeteksi tersebut bukan hanya yang berasal dari Kota Cimahi saja, tapi ada juga dari luar daerah. 

"Di Cimahi itu dari 155 suspek yang udah positif 16 orang. Tapi itu bukan hanya warga Cimahi saja, ada juga dari luar daerah yang dirawat di rumah sakit di Cimahi. Tapi sekarang sudah sembuh," ungkap Mulyati, Jumat (10/4/2026).

Dari 16 kasus yang terkonfirmasi positif, terang dia, 15 orang di antaranya ternyata belum pernah mendapatkan imunisasi campak atau vaksin MR (campak-rubbela). Sehingga Dinkes Kota Cimahi mengimbau agar para orang tua membawa anaknya untuk mendapatkan vaksin MR. 

Mulyati menegaskan, imunisasi merupakan cara paling efektif sebagai penangkal campak. Sebab, vaksin tersebut bisa menambah kekebalan tubuh anak. Jadwal dasar diberikan pada usia bayi 9 bulan, dilanjutkan booster pada usia di bawah 2 tahun atau 18 bulan dan 5-7 tahun pada program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

"Jadi 15 orang itu ternyata belum diimunisasi campak. Kalau untuk di Kota Cimahi, imunisasi bisa dilakukan di rumah sakit, Puskesmas, klinik sampai bidan mandiri juga ada. Tahun 2025 cakupan IDL (imunisasi dasar lengkap) di kita sudah di atas 95 persen," kata dia. 

Mulyati juga menekankan pentingnya etika batuk dan bersin untuk mencegah penularan campak. Sebab, penularan penyakit tersebut bisa melalui droplet dari orang ke orang. Campak disebabkan virus yang termasuk dalam genus Morbillivirus dari Paramyxoviridae.

"Jadi tutup mulut saat batuk dan sering mencuci tangan, menjauhkan anak dari orang yang menunjukkan gejala demam dan ruam. Kemudian pola hidup bersih dan sehat juga sangat penting untuk pencegahan campak," imbuh dia. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Arief Pratama
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bandung, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.