Galakkan Menabung Sejak Dini, OJK Jabar Sasar 111.298 Pelajar
Kepala OJK Jabar, Darwisman berfoto bersama setelah acara usai (FOTO: Humas OJK Jabar)

Galakkan Menabung Sejak Dini, OJK Jabar Sasar 111.298 Pelajar

Ratusan pelajar dari jenjang SD, SMP, dan SMA, bersama guru serta pegawai sekolah, mengikuti rangkaian edukasi keuangan yang dikemas secara interaktif, Kamis (27/8/2026),

TIMES Bandung,Kamis 27 Agustus 2026, 16:20 WIB
145
D
Djarot Mediandoko

BANDUNGKebiasaan mengelola keuangan tidak lahir secara instan. Ia perlu dibentuk sejak dini melalui pengalaman sederhana, salah satunya membiasakan anak menyisihkan uang dan menabung.

Upaya inilah yang kembali didorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat bersama pemerintah daerah dan industri perbankan melalui Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) Jawa Barat 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Kabupaten Bandung tersebut menjadi bagian dari penguatan literasi dan inklusi keuangan bagi generasi muda.

Ratusan pelajar dari jenjang SD, SMP, dan SMA, bersama guru serta pegawai sekolah, mengikuti rangkaian edukasi keuangan yang dikemas secara interaktif, Kamis (27/8/2026),

Kepala OJK Jabar, Darwisman mengatakan, Hari Indonesia Menabung bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk membangun kebiasaan sekaligus kecakapan generasi muda dalam mengelola keuangan.

Menurut dia, pelajar perlu memiliki akses terhadap produk dan layanan keuangan, tetapi akses tersebut harus disertai pemahaman agar dapat digunakan secara aman dan bertanggung jawab.

Karena itu, sinergi antara OJK, pemerintah daerah, dan industri perbankan dinilai penting untuk memperluas edukasi keuangan sejak lingkungan sekolah.

“Melalui sinergi OJK, pemerintah daerah, dan industri perbankan, kami terus mendorong agar pelajar tidak hanya memiliki akses terhadap produk dan layanan keuangan, tetapi juga memiliki pemahaman yang memadai untuk menggunakannya secara aman dan bertanggung jawab,” ujar Darwisman.

Program HIM Jawa Barat 2026 tidak berhenti di satu lokasi. Secara serentak, industri perbankan melaksanakan edukasi keuangan dan pembukaan rekening pelajar di 306 sekolah yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Program tersebut menjangkau 111.298 pelajar. Puluhan mobil edukasi dan layanan perbankan juga dilepas untuk mendatangi sekolah-sekolah di berbagai daerah.

Langkah ini menunjukkan bahwa penguatan budaya menabung tidak hanya diarahkan pada peningkatan jumlah rekening, tetapi juga pada upaya mendekatkan pengetahuan dan layanan keuangan kepada pelajar.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurut dia, kebiasaan menabung memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menyisihkan uang.

Aktivitas itu dapat menjadi sarana membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, sekaligus kemampuan merencanakan masa depan.

“Menabung bukan hanya tentang menyisihkan uang, tetapi juga membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebiasaan merencanakan masa depan,” kata Dadang.

Dalam kegiatan di SRT 4 Kabupaten Bandung, pelajar mendapatkan materi mengenai budaya menabung, pengelolaan keuangan sederhana, serta pemahaman terhadap produk dan layanan keuangan yang aman.

Materi disampaikan melalui sesi tanya jawab dan simulasi praktik menabung agar lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian HIM 2026 juga digelar secara serentak oleh OJK Tasikmalaya dan OJK Cirebon bersama pemerintah daerah serta industri perbankan di wilayah masing-masing.

Keserentakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan edukasi keuangan di Jawa Barat.

Bagi pelajar, pengenalan pengelolaan keuangan sejak bangku sekolah memberi ruang untuk memahami bahwa uang perlu direncanakan, bukan sekadar dibelanjakan.

Kebiasaan sederhana seperti menyisihkan sebagian uang dapat menjadi pintu masuk untuk mengenali kebutuhan, menentukan prioritas, dan memahami pentingnya penggunaan layanan keuangan secara aman.

Pendekatan edukatif yang dilakukan secara langsung di sekolah juga membuat materi lebih dekat dengan keseharian siswa dan dapat dipraktikkan secara bertahap dalam kehidupan mereka.

OJK bersama pemerintah daerah, industri perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya berkomitmen melanjutkan program literasi dan inklusi keuangan secara berkelanjutan.

Kolaborasi melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) serta berbagai program edukasi diharapkan semakin membuka akses pelajar terhadap rekening sekaligus menanamkan kebiasaan mengelola keuangan sejak dini. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Djarot Mediandoko
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bandung, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.