TIMES BANDUNG, JAKARTA – Berbagi skincare dengan orang lain bisa jadi merupakan praktik lumrah di kalangan masyarakat.
Namun ada ancaman yang mengintai seperti iritasi ringan hingga infeksi berat kala seseorang menjajal produk perawatan milik orang.
Dikutip ANTARA dari Hindustan Times, Kamis (8/1/2026), pendiri sekaligus dokter kulit utama di Skin Beyond Borders (SkinBB) Dr Pravin Banodkar mengatakan bahwa hal tersebut berkaitan dengan jenis dan tipe kulit orang yang berbeda-beda seperti kering, normal hingga sensitif.
"Seseorang dengan tipe kulit berminyak menggunakan produk yang ditujukan untuk mengurangi minyak berlebih,” kata Dr. Banodkar.
Sehingga, lanjut dia, bagi seseorang dengan kulit sangat kering dan sensitif tidak cocok menggunakannya.
Menggunakan formula yang salah juga mampu menyebabkan gangguan pada lapisan pelindung alami kulit dan berujung terjadi dermatitis kontak yang ditandai ruam dan merah, reaksi alergi, jerawat yang disebabkan pori-pori tersumbat karena formula yang tidak cocok.
Berbagi produk kecantikan dengan wadah kaca, juga berisiko karena mengharuskan pengguna untuk mencelupkan jari ke dalam formula sehingga menyebabkan kontaminasi bakteri.
Ia menegaskan bahwa kontaminasi pertumbuhan bakteri akan meningkat bila produk yang dicoba bersentuhan langsung dengan cairan tubuh seperti pada maskara melalui mata atau lendir, air liur melalui balsem atau lipstik, nanah atau jerawat.
Ia pun merekomendasikan agar tidak menyentuh barang-barang bersama.
Sementara untuk perlengkapan pribadi ia menyarankan untuk menjaga kebersihan dengan membersihkannya seminggu sekali seperti kuas rias, aplikator dan spons. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Bukan Pelit, Berbagi Skincare dengan Orang Lain Mengandung Risiko Lho
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Ronny Wicaksono |