https://bandung.times.co.id/
Berita

Dari Hunian Tak Layak ke ASI Eksklusif: Program Genting BKKBN Intervensi Total untuk Keluarga Risiko Stunting

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:18
Turunkan Stunting di Sukabumi, Kemendukbangga Perbaiki Rumah, Sanitasi, dan Beri Bantuan Nutrisi 6 Bulan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji beserta rombongan mitra kerja berkunjung langsung ke masyarakat di Sukabumi pantau stunting (Foto: Humas Kemendukbangga)

TIMES BANDUNG, BANDUNG – Pemerintah melalui Kemendukbangga/BKKBN bersama para mitra kerja memperkuat upaya penurunan stunting di Kabupaten Sukabumi melalui program bedah rumah, perbaikan sanitasi, serta bantuan nutrisi bagi keluarga risiko stunting (KRS). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kehadiran negara dalam menyelamatkan generasi masa depan, (13/01/2026). 

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) dengan menyasar langsung keluarga yang telah terverifikasi masuk kategori KRS. Dalam kunjungan lapangannya, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji beserta rombongan mitra kerja seperti Lasizmu, Rotari Indonesia, KitaBisa didampingi Bupati, Dandim, serta unsur terkait lainnya.

Hasil verifikasi menunjukkan bahwa keluarga yang dikunjungi memang menghadapi persoalan mendasar, mulai dari keterbatasan akses air bersih, kondisi rumah tidak layak huni, sanitasi buruk, hingga minimnya asupan gizi. Faktor-faktor tersebut menjadi pemicu utama risiko stunting.

“Yang paling penting adalah menyelamatkan generasi berikutnya. Anak-anak ini harus kita jaga agar ke depan kehidupannya jauh lebih baik. Karena itu, pemerintah wajib hadir,” disampaikan Wihaji. 

“Melalui Program Genting, pemerintah tidak hanya memberikan bantuan sementara, tetapi melakukan intervensi menyeluruh. Dua rumah keluarga KRS akan direnovasi melalui program rumah tidak layak huni, dilengkapi pembangunan MCK, penyediaan air bersih, serta bantuan asupan gizi yang diberikan selama enam bulan dan tetap dalam pengawasan Tim Pendamping Keluarga (TPK),” tambahnya. 

Salah satu keluarga yang mendapat perhatian khusus adalah keluarga Alm. Raya yang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik. Pemerintah memastikan rumah tersebut kini telah memiliki hunian layak, sanitasi memadai, serta akses air bersih. Seluruh fasilitas dasar telah diperbaiki dan bisa digunakan oleh keluarganya.

Apalagi saat ini Ibunda Alm. Raya sudah melahirkan adik Raya pada 4 Januari 2026 yang lalu yang diberi nama Raina Raya Nurrizky. Mendukbangga, Wihaji mengingatkan agar ibunya memberikan ASI eksklusif secara penuh. 

"Anak ini amanah Allah, mesti kita jaga, mulai dari penuhi kebutuhan ASI eksklusif-nya, jangan dikasih makanan pendamping yang lain dulu sampai 6 bulan dan ibunya juga ikut ber-KB jangka panjang agar pengasuhan anaknya bisa optimal," pesannya. 

Selain intervensi fisik, edukasi kepada keluarga menjadi bagian penting dari program. Petugas lapangan diingatkan bahwa perubahan perilaku tidak bisa dicapai secara instan. Pendampingan harus dilakukan secara bertahap, konsisten, dan penuh kesabaran agar pola hidup sehat benar-benar diterapkan.

Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) ditegaskan sebagai fase paling menentukan. Jika fase ini dapat dijaga dengan baik, risiko stunting dapat dicegah secara optimal. Sebaliknya, jika anak sudah mengalami stunting, peluang pemulihan hanya sekitar 20 persen.

“Anak-anak ini memiliki hak untuk tumbuh sehat dan menjadi generasi penerus bangsa. Menyelamatkan satu anak berarti menyelamatkan satu generasi,” tegas Wihaji. (*)

Pewarta : Djarot Mediandoko
Editor : Faizal R Arief
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bandung just now

Welcome to TIMES Bandung

TIMES Bandung is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.