Bansos di Pacitan Diawasi Ketat, Penerima Terindikasi Judi Judol Bisa Dicabut Haknya
Plt Kepala Dinsos Pacitan, Khemal Pandu Pratikna saat berbicara upaya menekan angka kemiskinan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

Bansos di Pacitan Diawasi Ketat, Penerima Terindikasi Judi Judol Bisa Dicabut Haknya

Kasus judi online (judol) kini merembet ke penerima bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Pacitan.

TIMES Bandung,Rabu 24 September 2025, 17:02 WIB
440.9K
Y
Yusuf Arifai

PACITANKasus judi online (judol) kini merembet ke penerima bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Pacitan.

Dinas Sosial (Dinsos) menemukan sejumlah nomor ponsel milik warga penerima bansos terhubung dengan situs judi online. Temuan ini membuat penyaluran bantuan ditunda, bahkan terancam dicabut permanen.

Plt Kepala Dinsos Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, menegaskan pihaknya tidak akan main-main dalam menindak penyalahgunaan bantuan pemerintah.

“Dari sekian data penerima bansos di Pacitan, ada beberapa yang nomor HP-nya terhubung dengan situs judi online. Sebagai sanksinya, penyaluran ke masing-masing penerima akan ditunda. Paling buruk bisa dicabut kepesertaan dalam penerima bansos pemerintah,” tegas Pandu, Rabu (24/9/2025).

Ia menambahkan, pihaknya masih melakukan verifikasi lebih lanjut untuk mengetahui jumlah penerima bansos yang terindikasi bermain judi online.

 “Kita akan cek lagi berapa nomor HP yang terhubung dengan situs judi online,” ujarnya.

Sebagai perbandingan, data yang dihimpun TIMES Indonesia pada Agustus 2025 mencatat sekitar 9.660 penerima bansos di Jawa Timur terindikasi bermain judi online dengan nilai transaksi mencapai Rp53 miliar.

Upaya Penurunan Angka Kemiskinan

Lebih lanjut, Pandu mengatakan, upaya menurunkan angka kemiskinan memerlukan kolaborasi dari semua pihak.

“Berbicara penanganan kemiskinan tidak bisa dibebankan kepada salah satu dinas saja. Meskipun Dinsos adalah leading sektor,” katanya. 

Menurut Pandu, turunnya angka kemiskinan di satu sisi, sementara garis kemiskinan naik di sisi lain, justru menunjukkan bahwa program lintas sektor berjalan. 

Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan sosial (bansos).

“Jangan sampai bansos sebagai bantalan untuk pemenuhan hak dasar itu jadi ketergantungan. Kami berupaya mengedukasi kepada masyarakat agar tidak mengandalkan bansos. Tujuan bansos untuk produktif,” tegasnya.

Selain data resmi BPS, pemerintah juga mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola Kementerian Sosial.

Berdasarkan DTKS, jumlah warga Pacitan yang tergolong miskin mencapai 289.338 jiwa. Dari jumlah tersebut, tidak semuanya mendapatkan bansos karena keterbatasan kuota.

Beberapa program yang berjalan antara lain:

  1. Program Keluarga Harapan (PKH): 23.531 keluarga penerima, termasuk 2.126 keluarga PKH Plus.
  2. Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT): 51.286 penerima.
  3. Bantuan pangan untuk lansia: 1.285 jiwa.
  4. Bansos pangan dari APBD: 669 keluarga penerima manfaat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bandung, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.