Operasi SAR Longsor Cisarua Masuki Fase Pemulihan, Pencarian Tetap Berlanjut
Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian korban longsor Cisarua secara adaptif meski masuk fase pemulihan. Total 94 bodypack telah ditemukan.
TIMESINDONESIA – Hingga hari ke-14 Operasi SAR bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Tim SAR Gabungan telah berhasil menemukan 94 bodypack, dengan 74 korban di antaranya telah teridentifikasi.
Meskipun masa tanggap darurat secara resmi telah berakhir dan memasuki tahap pemulihan, upaya pencarian korban longsor Cisarua tetap dilanjutkan dengan pola operasi yang disesuaikan terhadap dinamika lapangan, mengingat masih terdapat sejumlah warga dalam daftar nama Dalam Pencarian (DP) yang belum ditemukan.
Hal tersebut disampaikan oleh SAR Mission Coordinator (SMC) dalam konferensi pers pada Jumat, 6 Februari 2026 malam.
"Memasuki hari ke-14, kegiatan pencarian di seluruh worksite belum membuahkan temuan tambahan. Kondisi cuaca menjadi kendala utama, di mana kabut tebal disertai hujan masih menyelimuti area pencarian dan berdampak signifikan terhadap jarak pandang serta stabilitas medan kerja," jelas Ade Dian Permana selaku Mission Coordinator (SMC).
Selain faktor cuaca, Tim SAR Gabungan juga menghadapi sejumlah tantangan lapangan, antara lain luasnya area pencarian di setiap worksite, material longsoran yang masih jenuh sehingga membatasi pergerakan alat berat, debit air yang tidak memadai untuk mendukung pencarian menggunakan peralatan alkon, serta durasi kerja di lapangan yang sangat bergantung pada kondisi cuaca.
Untuk update Data Korban hingga pukul 17.00 WIB Jumat 6 Februari, perkembangan data korban adalah sebagai berikut:
• Total bodypack ditemukan: 94 pack
• Bodypack teridentifikasi: 74 identitas
• Dari 77 bodypack yang telah diproses identifikasi, masih terdapat 17 bodypack yang dalam proses identifikasi lanjutan oleh Tim DVI sesuai prosedur forensik yang berlaku.
"Sejalan dengan berakhirnya masa tanggap darurat pada 6 Februari 2026, operasi penanganan bencana memasuki fase pemulihan. Namun demikian, berdasarkan hasil evaluasi lintas instansi, pola Operasi SAR tetap dilaksanakan secara adaptif, dengan menyesuaikan jumlah personel, metode pencarian, serta area kerja, selama masih terdapat korban yang belum ditemukan berdasarkan daftar nama Dalam Pencarian (DP)," terangnya.
Kegiatan pencarian dilakukan dengan pendekatan adaptif ini difokuskan pada area-area dengan potensi temuan tinggi, berdasarkan tren penemuan sebelumnya, hasil pemetaan teknis, serta masukan dari tim lapangan, dengan tetap menjadikan keselamatan personel sebagai prioritas utama.
"Pada kesempatan tersebut, SMC menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR Gabungan, yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, relawan, serta seluruh masyarakat dan media yang terus memberikan dukungan dan kerja sama selama pelaksanaan operasi kemanusiaan ini," pungkasnya.
Masyarakat diharapkan terus memberikan doa dan dukungan, agar upaya pencarian terhadap korban yang masih dalam pencarian dapat berjalan dengan aman, terukur, dan membuahkan hasil terbaik.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


