Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat Genjot Program Keluarga, Bidik Generasi Emas 2045
Aksi kolaborasi TP PKK, YSKAI, dan MSM menanam pohon di SDN Kilimbatu dan PAUD Padamu Sumba Timur untuk edukasi lingkungan dan menghijaukan sekolah.
BANDUNG – Pemerintah terus mengakselerasi pembangunan kualitas keluarga sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045. Di Jawa Barat, komitmen tersebut ditegaskan melalui pelaksanaan berbagai program prioritas nasional yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak lingkup keluarga.
Pelaksana Harian Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Jawa Barat, Adang Syamsul Hadi, menyatakan bahwa arah kebijakan pada 2026 tetap menempatkan keluarga sebagai pusat pembangunan.
“Program tahun ini menitikberatkan pada pembangunan kualitas keluarga melalui sejumlah kegiatan prioritas nasional,” kata Adang saat membuka Forum Komunikasi Media dan Lintas Sektor Program Bangga Kencana, Rabu (1/4/2026).
Menurut dia, salah satu program unggulan adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Program ini difokuskan pada upaya pencegahan stunting melalui pemberian bantuan gizi, perbaikan rumah tidak layak huni, serta penyediaan akses air bersih bagi keluarga berisiko.
Pendekatan yang digunakan tidak hanya bersifat intervensi langsung, tetapi juga mengedepankan edukasi dan keterlibatan aktif masyarakat. Pemerintah berharap, langkah ini dapat menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya kesehatan anak sejak dini.
Selain itu, BKKBN Jawa Barat juga mendorong penguatan layanan pengasuhan anak melalui program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya). Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas tempat penitipan anak (TPA) menjadi daycare berstandar, sehingga mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Tamasya diharapkan membantu para orang tua, khususnya ibu bekerja, agar tetap produktif tanpa mengabaikan kebutuhan pengasuhan anak,” ujar Adang.
Ia menegaskan, berbagai program tersebut merupakan bagian dari strategi besar dalam memanfaatkan momentum bonus demografi yang diproyeksikan berlangsung hingga 2045. Jawa Barat, sebagai salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbesar, dinilai memiliki peran krusial dalam mencetak generasi unggul.
Untuk itu, pemerintah juga melakukan transformasi kelembagaan dengan memperkuat peran BKKBN menjadi bagian dari kementerian. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas koordinasi dan pelaksanaan program di lapangan.
Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga menyusun peta jalan pembangunan kependudukan sebagai acuan strategis menuju Indonesia Emas 2045. Dalam kerangka tersebut, keluarga ditempatkan sebagai titik awal sekaligus penggerak pembangunan manusia.
“Seluruh proses pembangunan kualitas manusia harus dimulai dari keluarga. Jika keluarga kuat, maka kualitas sumber daya manusia juga akan meningkat,” kata Adang.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas keluarga juga harus didukung oleh layanan kesehatan keluarga berencana (KB) yang optimal. Menurut dia, pengendalian jumlah anak dan perencanaan keluarga yang baik menjadi kunci dalam menciptakan keluarga yang sejahtera.
Di sisi lain, Adang menekankan pentingnya peran media dalam menyukseskan program-program tersebut. Media diharapkan mampu menjadi jembatan informasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat.
“Peran media sangat penting untuk menyampaikan program kepada masyarakat agar lebih memahami dan terlibat aktif,” ujarnya.
Dengan kolaborasi lintas sektor, pemerintah optimistis upaya pembangunan keluarga di Jawa Barat dapat berjalan lebih efektif. Targetnya, lahir generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing sebagai pilar utama menuju Indonesia Emas 2045. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

