Setahun Bersama Farhan: Bandung Dikebut Terang, Rapi, dan Layak Huni
Tampilan jembatan fly over yang dibangun untuk memberikan kemudahan dankelancaran lalu lintas bagi masyarakat Bandung (FOTO: Humas Pemkot Bandung)

Setahun Bersama Farhan: Bandung Dikebut Terang, Rapi, dan Layak Huni

Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan diwarnai percepatan pembangunan infrastruktur dasar yang menyasar kebutuhan langsung masyarakat.

TIMES Bandung,Sabtu 14 Februari 2026, 15:46 WIB
610
D
Djarot Mediandoko

BANDUNGSatu tahun kepemimpinan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan diwarnai percepatan pembangunan infrastruktur dasar yang menyasar kebutuhan langsung masyarakat. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengeklaim berbagai program strategis telah direalisasikan untuk memperkuat fondasi kota yang aman, nyaman, dan kompetitif.

Farhan menyebut penguatan infrastruktur menjadi prioritas utama dalam visi Bandung Utama (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis), terutama pada pilar “Maju”. Menurut dia, pembangunan fisik yang merata menjadi kunci meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus daya saing kota.

“Penguatan infrastruktur dasar menjadi fondasi kota yang nyaman dan berdaya saing. Kami berupaya memastikan pembangunan tidak hanya terukur, tetapi juga merata hingga ke lingkungan permukiman,” ujar Farhan dalam keterangan resmi Pemkot Bandung, Minggu (14/02/2026).

Sepanjang 2025 hingga awal 2026, sejumlah program prioritas dijalankan. Mulai dari pembangunan penerangan jalan, perbaikan ruas jalan, revitalisasi ruang publik, penanganan rumah tidak layak huni (rutilahu), hingga penataan kabel udara yang selama ini dinilai mengganggu estetika dan keselamatan.

Di sektor penerangan, melalui program Bandung Caang Utama, Pemkot Bandung membangun 501 tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) dengan total 4.106 titik Penerangan Jalan Lingkungan (PJL). Pembangunan tersebut menyasar jalan utama, kawasan permukiman padat, hingga gang sempit yang sebelumnya minim penerangan.

Sebagian titik penerangan berasal dari usulan masyarakat melalui Musrenbang dan reses DPRD. Pemkot juga melakukan uji coba program Penerangan Jalan Gang (PJG) di delapan lokasi dengan 120 tiang lampu untuk gang sempit di bawah dua meter. Sistem pemeliharaan 24 jam diterapkan agar ribuan titik lampu tetap berfungsi optimal.

Di sektor jalan, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) memperbaiki 29,52 kilometer jalan sepanjang 2025 dengan total 266 ruas penanganan. Beberapa ruas prioritas yang telah selesai diperbaiki antara lain Jalan Ir. H. Djuanda, Batu Nunggal, Pahlawan, dan Cemara. Ruas-ruas tersebut diprioritaskan karena memiliki mobilitas tinggi.

Pemkot menyebut tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung kini mendekati 90 persen. Kondisi tersebut diharapkan mendukung kelancaran mobilitas warga dan aktivitas ekonomi.

Selain jalan, perbaikan drainase juga dilakukan untuk mengurangi potensi genangan. Rehabilitasi drainase terealisasi sepanjang 14.657 meter dan pembangunan baru mencapai 1.606 meter hingga Oktober 2025. Program ini difokuskan di sejumlah titik rawan genangan seperti Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik Endah, hingga Leuwipanjang.

Penataan ruang publik turut menjadi perhatian. Sepanjang 2025, empat kawasan besar direvitalisasi, yakni Taman Lansia, Alun-alun Bandung, Hutan Kota Babakan Siliwangi, dan kawasan bawah Jembatan Pasupati. Perbaikan meliputi fasilitas lansia, jalur disabilitas, penerangan, hingga penataan area olahraga komunitas.

Proyek strategis lain adalah pembangunan Flyover Nurtanio yang mulai beroperasi sejak Desember 2025. Flyover sepanjang 550 meter itu dibangun melalui kolaborasi Kementerian PUPR, Pemkot Bandung, dan pihak swasta. Kehadirannya diharapkan mengurangi kemacetan di perlintasan sebidang serta mempercepat waktu tempuh kendaraan.

Di sektor permukiman, Pemkot menuntaskan 1.785 unit rutilahu pada 2025, dengan total sekitar 2.100 unit jika digabungkan dengan dukungan pemerintah pusat dan CSR. Program ini tersebar di 25 kecamatan dan menyasar rumah dengan tingkat kerusakan ringan hingga berat.

Pemkot menargetkan penanganan 9.000 unit rutilahu dan 280 hektare kawasan kumuh secara bertahap hingga 2029.

Penataan kabel udara juga menjadi fokus. Hingga awal 2026, penurunan dan perapihan kabel dilakukan di 47 lokasi sepanjang sekitar 23,5 kilometer. Salah satu titik penataan di Jalan Buah Batu berhasil menurunkan puluhan jalur kabel dari ratusan tiang, sehingga meningkatkan keselamatan dan estetika kota.

Sementara itu, luas ruang terbuka hijau (RTH) Kota Bandung saat ini mencapai 12,56 persen atau sekitar 2.101 hektare dari total wilayah. Pemkot menargetkan peningkatan RTH secara bertahap agar mendekati ketentuan minimal 30 persen.

Farhan menegaskan, berbagai capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat. Ia menilai, percepatan pembangunan infrastruktur dalam satu tahun terakhir menjadi langkah awal untuk mewujudkan Bandung yang lebih tertata, layak huni, dan berdaya saing di tingkat nasional. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Djarot Mediandoko
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bandung, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.