TIMES BANDUNG, BANDUNG – style="text-align:justify">Kolaborasi yang dirancang dengan visi dan kualitas yang sejalan kerap melahirkan produk yang tidak sekadar baru, tetapi juga bermakna. Prinsip inilah yang tercermin dalam kerja sama antara Wall’s, merek es krim global, dengan Kartika Sari, bakery legendaris asal Bandung.
Keduanya menghadirkan inovasi dessert yang memadukan kekuatan tradisi lokal dengan pendekatan modern industri pangan, sebuah contoh kolaborasi berkualitas yang berujung pada produk bermutu dan relevan bagi pasar nasional.
Peluncuran Wall’s Limited Edition Avocado Brownie dan Cornetto Choco Brownie menjadi titik temu dua identitas kuat. Di satu sisi, Wall’s dikenal dengan pengalaman panjang dalam menghadirkan es krim bercita rasa konsisten dan inovatif.
Di sisi lain, Kartika Sari telah puluhan tahun menjadi ikon oleh-oleh khas Bandung, dengan brownies yang lekat pada memori kolektif keluarga Indonesia. Kolaborasi ini bukan sekadar penggabungan rasa, melainkan pertemuan nilai—antara keahlian global dan kearifan lokal.
Head of Marketing PT The Magnum Ice Cream Indonesia, Nur Aliqa Sendyalaras, menegaskan bahwa kerja sama ini berangkat dari keinginan menghadirkan inovasi yang dekat dengan selera masyarakat.
“Kami melihat brownies Kartika Sari sebagai salah satu rasa yang sangat familiar bagi keluarga Indonesia. Dengan mengolahnya ke dalam format es krim, Wall’s ingin memberikan cara baru menikmati cita rasa tersebut tanpa menghilangkan karakter aslinya,” ujarnya, Rabu (14/01/2026).
Pendekatan kolaboratif ini tampak dari pilihan format produk. Wall’s Avocado Brownie hadir dalam kemasan tub yang identik dengan momen berbagi, sementara Cornetto Choco Brownie menyasar konsumen muda yang menyukai sajian praktis dan modern.
Keduanya dirancang untuk menjangkau segmen berbeda, namun tetap membawa benang merah kualitas rasa dan tekstur yang seimbang antara es krim creamy dan brownies yang rich.
Bagi Kartika Sari, kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk membawa cita rasa khas Bandung ke panggung yang lebih luas. Komisaris Kartika Sari Group, Stanley Lie, menyebut kerja sama tersebut sebagai upaya menjaga relevansi tanpa meninggalkan akar tradisi.
“Selama puluhan tahun, brownies Kartika Sari menjadi bagian dari momen kebersamaan keluarga Indonesia. Melalui kolaborasi ini, kami mempertahankan kualitas dan rasa autentik brownies, namun dalam wujud yang lebih segar dan dapat dinikmati di seluruh Indonesia,” katanya.
Aspek kualitas juga tercermin dalam proses pengenalan produk ke publik. Wall’s dan Kartika Sari menghadirkan sesi tasting experience di gerai Kartika Sari Lembang, memberi kesempatan konsumen merasakan langsung hasil kolaborasi tersebut.
Langkah ini menunjukkan bahwa produk bermutu tidak hanya dipromosikan, tetapi juga diuji melalui pengalaman nyata konsumen.
Dari sudut pandang industri, kolaborasi semacam ini menandai arah baru pengembangan produk pangan nasional. Kerja sama lintas merek dengan kekuatan berbeda memungkinkan terciptanya nilai tambah, baik dari sisi inovasi, distribusi, maupun persepsi kualitas.
Produk edisi terbatas ini bahkan dirancang relevan dengan momentum budaya, seperti bulan Ramadan, dengan potensi dikreasikan menjadi sajian takjil yang menarik.
Kolaborasi Wall’s dan Kartika Sari memperlihatkan bahwa kualitas bukan hasil kebetulan, melainkan buah dari kesamaan visi, penghormatan terhadap keahlian masing-masing, dan keberanian berinovasi.
Di tengah persaingan industri yang kian ketat, kerja sama semacam ini menjadi contoh bagaimana sinergi yang tepat dapat melahirkan produk yang tidak hanya diminati pasar, tetapi juga memperkaya pengalaman konsumen.
“Gak nyangka, saat menikmati Choco Avobliss tadi, yang terasakan pertama kue browniesnya seperti meleleh di mulut, belum usai lelehan tersebut, rasa es krim yang khas dari Wall’s menambah nikmat Choco Avoblissnya. Pokoknya recommended banget deh,” pungkas Vera, konten creator yang hadir pada media gathering. (*)
| Pewarta | : Djarot Mediandoko |
| Editor | : Faizal R Arief |