Pendaftaran Pasanggiri Wanoja Jajaka Budaya Jawa Barat 2026 Dibuka, Cek di Sini
Ajang ini merupakan sebuah gerakan untuk mendorong nonoman (generasi muda) Jawa Barat agar lebih aktif melestarikan serta mempromosikan kekayaan budaya lokal.
BANDUNG – Paguyuban Wanoja Jajaka (Wajada) Budaya Jawa Barat resmi membuka pendaftaran Pasanggiri Wanoja Jajaka Budaya Jawa Barat 2026.
Ajang ini hadir bukan sekadar ajang pemilihan duta maupun adu bakat, melainkan sebuah gerakan untuk mendorong nonoman (generasi muda) Jawa Barat agar lebih aktif melestarikan serta mempromosikan kekayaan budaya lokal di tengah arus globalisasi.
Tahun ini, penyelenggara mengusung tema mendalam: “Ngariksa titis waris, ngaraksa nonoman sajati, anu nyunda tur masagi”.
Tema tersebut merefleksikan komitmen untuk menjaga warisan leluhur sekaligus membentuk pemuda yang berkarakter kuat dan memiliki kecakapan menyeluruh dalam kehidupan sosial.
Lebih dari sekadar menilai penampilan, ini tentang potensi dan kepribadian.
Ketua Pelaksana Pasanggiri, Abdiyan Dwi Putra, menegaskan bahwa ajang ini merupakan ruang aktualisasi diri yang inklusif. Peserta ditantang untuk menunjukkan kemampuan di berbagai aspek, mulai dari wawasan budaya, komunikasi, hingga literasi digital.
“Pasanggiri ini adalah ruang kolaborasi bagi generasi muda untuk berkontribusi nyata,” ujar Abdiyan, Kamis (9/4/2026).
"Kami ingin melahirkan nonoman palamarta budaya, yaitu pemuda yang tidak hanya paham sejarah, tapi mampu menghidupkan budaya tersebut dalam keseharian dan mengemasnya secara menarik di era digital," imbuhnya.
Menjawab Tantangan Zaman
Derasnya arus budaya asing menjadi perhatian utama bagi Founder Wajaja Jabar, Dudih Sutrisman, S.Pd., M.Sos. Menurutnya, identitas lokal tidak boleh berhenti sebagai simbol visual semata.
“Di tengah globalisasi, nilai budaya harus hidup dan tumbuh dalam diri generasi muda. Kita butuh wadah yang lebih luas agar mereka bisa mengekspresikan potensi intelektual dan karakter kebangsaannya melalui jalur budaya,” jelas Dudih.
Fondasi 'Gapura Panca Waluya'
Semangat pasanggiri ini selaras dengan konsep Gapura Panca Waluya yang digagas oleh tokoh budaya Dedi Mulyadi. Konsep ini menekankan lima kualitas utama manusia Sunda, yaitu:
- Cageur (Sehat jasmani dan rohani)
- Bageur (Berperilaku baik)
- Bener (Bertindak benar)
- Pinter (Cerdas secara intelektual)
- Singer (Terampil dan adaptif)
“Nilai-nilai ini adalah fondasi bagi pemuda Jawa Barat untuk menjadi pribadi yang berintegritas dan berdaya saing global tanpa kehilangan jati diri,” tambahnya.
Wadah Pembinaan Berkelanjutan
Melalui proses seleksi dan pembinaan, para peserta akan dipersiapkan untuk menjadi representasi positif daerah masing-masing. Mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang adaptif namun tetap memegang teguh akar budaya.
Pasanggiri Wanoja Jajaka Budaya Jawa Barat 2026 kini menjadi ajakan terbuka bagi pemuda-pemudi di seluruh Tatar Galuh, Pakuan, dan sekitarnya untuk berani tampil.
Ini adalah saatnya generasi muda mengambil peran sebagai garda terdepan dalam menjaga marwah budaya Sunda agar tetap relevan dan lestari. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


