Ekonomi

Sempat Terjun Bebas, Bisnis Properti Kini Jadi Investasi Menguntungkan

Jumat, 22 Januari 2021 - 06:50
73.43k
Sempat Terjun Bebas, Bisnis Properti Kini Jadi Investasi Menguntungkan ILustrasi - Properti (FOTO: cermati)

TIMESINDONESIA, JEMBERBisnis properti menjadi satu di antara bisnis di tanah air yang sempat ikut "terjun bebas" saat pemerintah menyatakan pandemi Covid-19 pada medio 2020 lalu.

Bahkan, di sejumlah daerah keuntungan dari bisnis properti mengalami kelesuan hingga menyentuh angka 50 persen.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan Principal Raywhite Jember Kota Restu Prayogi saat diwawancarai TIMES Indonesia beberapa waktu lalu saat menghadiri Jember Beauty Fest 2021 di Lippo Plaza Jember, Jawa Timur.

Restu mengatakan bahwa keterpurukan bisnis properti yang dirasakannya terjadi pada April hingga Mei 2020. Atau saat Covid-19 pertama kali dinyatakan mulai mewabah di tanah air.

"Saat itu bisnis properti merosot hingga 50 persen. Masyarakat syok, masyarakat takut ke luar rumah," kata Restu.

Restu menerangkan bahwa hal tersebut semakin diperparah dengan sulitnya pihak bank untuk mencairkan kredit untuk pembelian properti kepada masyarakat.

Hal itu mengingat bahwa hampir seluruh dunia usaha mengalami kemunduran dan ketidakpastian untung rugi. Bahkan hanya untuk menjamin kelangsungan kesejahteraan karyawannya.

"Karena itu di awal pandemi banyak bank hati-hati keluarkan kredit," ujarnya.

Namun, dia menerangkan bahwa kondisi tersebut, perlahan namun pasti, berangsur membaik.

Bisnis properti bangkit. Namun dengan warna yang agak baru daripada biasanya.

Restu menerangkan bahwa pelaku bisnis properti mau tidak mau harus mengubah arah strateginya, karena masyarakat tidak mencari properti hanya untuk dipakai sendiri.

"Masyarakat sekarang mencari properti untuk investasi. Jadi kalau dulu orang beli properti asal harga dan lokasi oke. Kalau sekarang orang mencari properti yang memiliki nilai tambah atau capital gain," jelasnya.

Dia melanjutkan bahwa selama masa pandemi, properti menjadi aset terbaik untuk investasi dibanding lainnya.

"Pada masa pandemi ini justru orang memilih properti untuk jadi investasi yang lebih aman dibanding yang lain. Bahkan saat ini deposito tidak terlalu menguntungkan," nilainya.

Karena itu, sambungnya, pelaku bisnis properti tidah hanya dapat meyakinkan masyarakat bahwa harga properti yang dijualnya bersaing dengan yang lain, tapi juga harus dapat meyakinkan bahwa properti juga memiliki capital gain yang lebih.

"Khususnya di Jember saya melihat bahwa bisnis properti sangat menjanjikan. Khususnya untuk properti yang menengah dengan kisaran harga Rp 300 juta - Rp 700 juta. Kalau di atas Rp 1 miliar masih sulit," imbuhnya.

Restu juga menambahkan bahwa jenis properti dalam bisnis properti yang digandrungi saat ini adalah bangunan hunian. "Apalagi saat pandemi, sejumlah orang banyak yang membeli hunian untuk menghindari kerumunan dalam satu rumah. Kalau properti jenis ruko, banyak yang masih takut untuk buka usaha," tambahnya. (*)

Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bandung just now

Welcome to TIMES Bandung

TIMES Bandung is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.