Guru Besar UPI: Kenaikan Pertamax Keputusan Rasional, Subsidi BBM Jangan Tersentuh
Ilsutrasi - antrean BBM di SPBU (FOTO: Dok TIMES Indonesia)

Guru Besar UPI: Kenaikan Pertamax Keputusan Rasional, Subsidi BBM Jangan Tersentuh

Guru Besar Ekonomi Mikro UPI Prof Eeng Ahman menilai kenaikan Pertamax adalah langkah rasional di tengah krisis global. Ia mendorong percepatan swasembada energi dan meminta pemerintah tidak mengusik subsidi BBM untuk lindungi daya beli masyarakat.

TIMES Bandung,Sabtu 13 Juni 2026, 21:36 WIB
60
A
Antara

BANDUNGGuru Besar Ekonomi Mikro Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Eeng Ahman, menilai penyesuaian harga BBM non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green merupakan langkah korporasi yang rasional di tengah hantaman guncangan ekonomi global. Namun, ia mendesak pemerintah untuk tetap memperketat proteksi terhadap kuota dan stabilitas harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar sebagai bantalan daya beli masyarakat rentan.

"Dalam teori ekonomi, ketika suatu barang menjadi makin langka atau biaya memperolehnya meningkat, maka harga cenderung naik. Begitu pula untuk barang impor, pelemahan nilai mata uang domestik akan meningkatkan biaya pengadaan," kata Eeng saat dihubungi dari Bandung, Sabtu (13/6/2026).

Eeng menjelaskan, kombinasi lonjakan harga minyak mentah dunia akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan pelemahan nilai tukar rupiah secara otomatis mengatrol struktur biaya impor energi di tingkat hulu. Sebagai entitas yang bergerak dalam mekanisme pasar, Pertamina dinilai harus mengambil keputusan penyesuaian harga demi menjaga keberlanjutan usaha.

Dampak dan Mitigasi

Dampak rambatan (multiplier effect) terhadap sektor UMKM, transportasi, dan kuliner tetap harus dimitigasi melalui efisiensi konsumsi massal. "Dalam jangka pendek, yang paling realistis adalah mendorong efisiensi penggunaan BBM, baik oleh masyarakat, pelaku usaha, maupun pemerintah," ujarnya.

Ia mengingatkan agar pemerintah tidak mengusik keberadaan BBM bersubsidi dalam waktu dekat, karena instrumen subsidi sektor energi saat ini menjadi satu-satunya pelindung produktivitas usaha mikro agar tidak memicu inflasi pangan yang lebih luas.

Dorongan Swasembada Energi

Untuk memutus ketergantungan dari gejolak harga internasional, Eeng mendorong pemerintah melakukan langkah ekstrem dengan mempercepat agenda swasembada energi melalui perluasan kilang domestik. "Dalam jangka panjang pemerintah harus memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan kapasitas produksi energi domestik dan upaya mencapai swasembada energi," ucapnya.

Menurutnya, kemandirian pada sektor energi dan pangan akan menjadi fondasi utama bagi ekonomi nasional agar lebih imun dari ketidakpastian global di masa depan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Antara
|
Editor:Faizal R Arief

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bandung, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.