Berita

Ini Kisah Kacang Telur Brawijaya Mojokerto yang Melegenda

Jumat, 22 Januari 2021 - 11:45
48.69k
Ini Kisah Kacang Telur Brawijaya Mojokerto yang Melegenda Kacang Telur Brawijaya dan proses mixing telur dan tepung lalu diayak sebelum digoreng dan ditiriskan di rumah produksi Kacang Telur Brawijaya di Jalan Brawijaya Mojokerto, Jumat (22/01/2021) (Foto : Thaoqid Nur Hidayat/TimesIndonesia)

TIMESINDONESIA, MOJOKERTO – Siapa tidak kenal camilan kacang telur, tentunya setiap orang pernah mencicipinya. Tapi apa ya yang membedakan kacang telur satu dengan yang lainnya? Di kota Mojokerto, Jawa Timur terdapat usaha kacang telur yang melegenda, setidaknya di wilayah Mojokerto dan sekitarnya yaitu Kacang Telur Brawijaya.

TIMES Indonesia berkunjung di rumah produksi, Jumat (22/01/2020) tepatnya Jalan Brawijaya Gang III XI No.5, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Pemilik bisnis kacang legenda menyambut akrab.

Sebelum menjalani bisnis ini, Djumaiyah pemilik Kacang Telur Brawijaya pernah usaha toko kelontong atau toko penjual bahan pokok sehari-hari. Djumaiyah kulak ke pasar, dan dijual kembali di rumah.

Kacang Telur Brawijaya a

Bisnis kacang telur diawali tanpa rencana. Bermula ada acara pramuka di sekolah suaminya. 

"Suami kan guru, pada waktu itu ada acara pramuka. Saya bikinkan kacang telur sedikit. Tak berselang lama orang pada suka. Akhirnya bikin lagi, dari setengah kilo, 1 kilo, 5 kilo. Saya coba jual ke kelontong-kelontong," terang Djumaiyah.

Nama Brawijaya ini adalah nama pemberian sang mendiang suaminya, almarhum Ashadi. Kebetulan saja rumahnya di depan Jalan. Brawijaya yang saat ini dihuni oleh anaknya. Kejadian itu sekitar tahun 1986.

"Ah gampang, pakai nama Brawijaya saja,  biar mudah dikenal orang terang bapak kepada saya, kan kebetulan ini namanya jalan Brawijaya," jelas Djumaiyah.

Selama merintis usaha ini, yang paling disenangi orang-orang adalah kemasan 5 kg. Orang-orang nanti akan membungkus ulang dan menjualnya.

Sebelum pandemi melanda Kacang Telur Brawijaya bisa sampai memproduksi sekitar 50kg per hari. Namun saat pandemi hanya berkisar 1 kwintal per minggu. Saat ini usaha Kacang Telur Brawijaya ini memiliki 6 karyawan.

pembuatan Kacang Telur Brawijaya

Endang Sulistyaningrum, manajer Kacang Telur Brawijaya menambahkan tentang kualitas, pasar, dan pemasaran. Kacang Telur Brawijaya diambilkan dari kacang dengan kualitas yang baik. Tidak hanya itu, minyak goreng pun sehabis 1 kali penggorengan langsung diganti.

"Iya, minyak gorengnya kita selalu ganti," ungkapnya.

Kacang Telur Brawijaya sudah menyentuh outlet pasar ritel Indomaret dan Alfamart di Kota Mojokerto. Setidaknya terdapat 16 outlet Indomaret dan 12 outlet Alfamart di Kota Mojokerto.

"Indomaret itu 16 outlet kita masuk, tapi karena tutup belum kita suplay lagi. Kalau Alfa kita ada 12 outlet. Kalau pasarnya kita sudah kirim ke Semarang, Bekasi, Jakarta dan luar pulau," jelasnya.

Terbagi menjadi kemasan plastik dan kombinasi pouch. Harganya variatif dan sangat bersahabat. Kacang Telur Brawijaya original kemasan plastik 250 gr dihargai Rp 11.000 sedangkan kemasan plastik 500 gr dihargai Rp 20.000.

Untuk ukuran besar, Kacang Telur Brawijaya original kemasan plastik 1.000 gr dihargai Rp 39.000, dan rasa original kemasan kombinasi pouch 250 gr dihargai Rp 15.000. (*)

Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bandung just now

Welcome to TIMES Bandung

TIMES Bandung is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.