https://bandung.times.co.id/
Berita

Geopix Temukan Sejumlah Satwa di Bandung Zoo Diduga Stres

Senin, 19 Januari 2026 - 14:00
Sejumlah Satwa di Kebun Binatang Bandung Diduga Stres Situasi di area kandang gajah di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo), Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (19/1/2026). (FOTO: ANTARA/Rubby Jovan)

TIMES BANDUNG, BANDUNG – Organisasi konservasi satwa, Geopix, mengungkap temuan lapangan yang menunjukkan sejumlah satwa di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) diduga mengalami stres akibat pengelolaan yang dinilai belum memenuhi standar kesejahteraan hewan.

Senior Wildlife Campaigner Geopix, Annisa Rahmawati, menyatakan kondisi satwa seperti orangutan, gajah, dan monyet hitam menjadi perhatian serius. Menurutnya, pembukaan kembali Bandung Zoo seharusnya tidak dilakukan sebelum ada evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola dan perawatan satwa.

“Temuan lapangan terkait dugaan kondisi stres pada orang utan, gajah, dan monyet hitam sangat mengkhawatirkan, memprihatinkan, dan tidak boleh diabaikan,” kata Annisa dalam keterangannya di Bandung, Senin (19/1/2026).

Ia menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan mental satwa harus menjadi prioritas utama, terlebih di tengah konflik internal yang masih membayangi pengelolaan kebun binatang tersebut.

Geopix mendesak Pemerintah Kota Bandung dan Kementerian Kehutanan untuk tidak tergesa-gesa mengambil keputusan membuka kembali kawasan wisata satwa itu.

Senior Biologist sekaligus Wildlife Curator Center for Orangutan Protection Indira Nurul Qomariah menyoroti kondisi salah satu gajah yang menunjukkan perilaku stereotip berupa gerakan berulang tanpa tujuan, yang merupakan indikator stres.

Perilaku tersebut, menurutnya, dapat dipicu oleh lingkungan yang tidak mendukung kesejahteraan satwa, seperti kurangnya interaksi sosial.

Geopix menilai pembukaan kebun binatang di tengah indikasi gangguan kesejahteraan satwa berpotensi memperburuk kondisi satwa dan mencerminkan lemahnya tata kelola konservasi eks-situ di Indonesia.

Sementara itu, Juru Bicara Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT), Ully Rangkuti, menegaskan bahwa sejak Agustus 2025, pengurus dan manajemen YMT di bawah kepemimpinan John Sumampauw sudah tidak lagi berkegiatan secara fisik di area Bandung Zoo.

Langkah tersebut, kata Ully, merupakan bentuk kepatuhan terhadap arahan Pemerintah Kota Bandung yang membatasi kehadiran di lokasi hanya untuk pihak yang bertanggung jawab langsung terhadap perawatan satwa.

“Sejak saat itu, personel di Bandung Zoo difokuskan pada tenaga teknis seperti keeper dan dokter hewan,” ujarnya. (*)

Pewarta : Antara
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bandung just now

Welcome to TIMES Bandung

TIMES Bandung is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.